Disaksikan bocah lima tahun, agen ICE tembak seorang pria di New York City, Mamdani murka
Seorang agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat(AS) menembak dan melukai seorang pria di New York City pada Kamis (8/10/2026) sore waktu setempat. Penembakan tersebut terjadi saat operasi penegakan hukum terhadap seorang pria.
Pejabat federal mengonfirmasi insiden penembakan ini langsung memicu aksi protes warga lokal dan pejabat daerah setempat. Pihak berwenang menyatakan pria tersebut berada dalam kondisi sadar dan telah dilarikan ke rumah sakit.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, dalam pernyataan resminya pada Kamis malam mengungkapkan, laporan awal menunjukkan para agen sempat mengepung pria tersebut bersama seorang anak berusia lima tahun di dalam mobil di kawasan pemukiman sebelum melepaskan tembakan beberapa kali. Anak tersebut dilaporkan selamat tanpa luka fisik.
"Saya telah menghubungi Presiden Trump dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Mullin via telepon untuk bernegosiasi membebaskan pria yang ditembak agen ICE tersebut. Namun, negosiasi itu tidak berhasil," kata Mamdani dalam konferensi pers. Ia mendesak pemerintahan Trump untuk menghentikan seluruh penindakan ICE di Kota New York.
Menurut Kepolisian New York (NYPD), penembakan terjadi sekitar pukul 16.00 waktu setempat di lingkungan Marble Hill, Bronx. Departemen Keamanan Dalam Negeri/Department of Homeland Security (DHS) dalam pernyataan di media sosial menyebutkan bahwa petugas ICE sedang menjalankan operasi yang menyasar seorang pria tanpa dokumen asal Republik Dominika. Kendati demikian, pernyataan resmi tersebut tidak menjelaskan memicu terjadinya penembakan.
"Selama insiden berlangsung, seorang petugas ICE melepaskan tembakan dan WNA ilegal yang terlibat kejahatan tersebut mengalami luka-luka," tulis pihak DHS.
Pengunjuk rasa berkumpul dalam aksi menolak deportasi Muslim di Minneapolis, Minnesota, AS, 17 Januari 2026. Aksi ini sebagai bagian dari tindakan keras imigrasi federal yang melibatkan lebih dari 2.000 agen dari Border Patrol, Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan Homeland Security Investigations (HSI). - (EPA/OLGA FEDOROVA)
Hingga saat ini, cedera yang diderita korban belum diketahui secara pasti. DHS menuding pria tersebut memiliki "keterkaitan" dengan geng kriminal serta rekam jejak vonis pidana sebelumnya. Namun, DHS tidak merilis identitas pria tersebut maupun menyertakan bukti pendukung. Lembaga tersebut sebelumnya kerap menuai kritik lantaran dinilai kerap menuding imigran sebagai anggota geng tanpa dasar usai diterjang timah panas agen mereka.
Juru bicara DHS tidak segera merespons pertanyaan wartawan terkait kronologi pasti penembakan, kondisi luka korban, maupun keberadaan balita berusia lima tahun di dalam mobil saat insiden terjadi.
Komisioner Polisi New York, Jessica Tisch, menyampaikan NYPD telah menemukan anak tersebut dan menyerahkannya kepada pihak keluarga usai pemeriksaan keselamatan (wellness check). Ia mengatakan, pria berusia 28 tahun itu pernah ditangkap dua kali di Kota New York pada 2023 dan 2025.
Rekaman video ponsel yang dipublikasikan The New York Times memperlihatkan situasi sesaat setelah penembakan. Seorang agen berrompi kuning tampak memegang senjata yang diduga senapan serbu sambil menelepon. Video saksi mata lainnya memperlihatkan beberapa agen berada di tengah jalan, di mana salah satu agen bersenjata menahan seorang pria di tanah.
Seorang saksi mata menuturkan kepada media lokal City Reporter bahwa ia melihat seorang pria tergeletak berdarah di depan mobil, sementara seorang agen memeluk anak kecil. Saluran berita NY1 melaporkan adanya bekas lubang tembakan di kaca depan sebuah SUV.
Mamdani meluapkan kemarahannya melalui unggahan di platform X. "Saya tidak akan tinggal diam ketika agen ICE meneror komunitas kami. Doa kami menyertai warga New York yang terluka dan keluarganya malam ini. Kami berdoa untuk kesembuhannya. Keluarkan ICE dari lingkungan kami. Keluarkan ICE dari rumah sakit kami. Keluarkan ICE dari jalanan kami. Jauhkan ICE dari anak-anak kami," tegasnya.
Mamdani menutup pernyataannya dengan seruan: "Bubarkan ICE."
Gelombang protes pecah di lokasi kejadian tak lama setelah penembakan. Para pengunjuk rasa membentangkan poster bertuliskan "Jail all killer ICE agents" (Penjarakan seluruh agen pembunuh ICE) dan "Leave our neighbors alone"(Biarkan tetangga kami tenang).
Dua organisasi lokal, Hands Off NYC dan New York Immigration Coalition, menggelar konferensi pers darurat di lokasi kejadian. Sejumlah pejabat terpilih dan aktivis menyampaikan kekecewaan mendalam atas kehadiran ICE yang terus berlanjut.
"ICE, angkat kaki dari lingkungan kami," teriak Presiden Wilayah Bronx, Vanessa Gibson. "Saya marah kita harus berada di sini... Kita adalah komunitas kelas pekerja. Kita tidak layak mendapat perlakuan seperti ini dari Gedung Putih." Ia mengajak massa untuk terlibat aktif menolak keberadaan ICE. "Jumlah kita lebih banyak dari mereka. Saya ingin momen ini berubah menjadi gerakan bersama."


0 Response to "Disaksikan bocah lima tahun, agen ICE tembak seorang pria di New York City, Mamdani murka"
Posting Komentar